07 Nov 2021
Anggraini Nurul F
0-6 bulan
0-6 bulan
Herpes adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Infeksi virus herpes umumnya ditandai dengan kulit kering, luka lepuh, atau luka terbuka yang berair. Herpes simplex virus (HSV) dan varicella- zoster virus adalah dua jenis virus herpes yang cukup sering menyerang manusia.
Virus ini dapat menyerang siapa saja. Adanya riwayat kontak dengan penderita infeksi virus ini dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang sedang lemah adalah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terinfeksi virus herpes.
Gejala penyakit herpes pada anak yang dapat ditimbulkan oleh infeksi HSV tipe I atau herpes oral bisa diawali dengan demam, nyeri otot dan lemas.
Muncul rasa nyeri, gatal, rasa terbakar, atau ditusuk pada tempat infeksi.
“Kelainan kulit berupa lenting (kulit seperti melepuh) berkelompok yang berisi cairan jernih dan kemudian menjadi kekuningan, mengering menjadi keropeng. Kulit di sekitar lenting kemerahan dan bengkak,” ujar dr. Vinia.
Lenting yang pecah mengakibatkan luka lecet seperti sariawan yang terasa nyeri sehingga bisa mengganggu saat anak makan.
Setelah seorang anak terinfeksi virus herpes simpleks, virus ini dapat muncul kembali pada saat sistem kekebalan tubuh menurun atau iritasi pada kulit yang dapat disebabkan oleh faktor lain.
Herpes simpleks disebabkan oleh virus herpes simpleks (VHS) tipe I atau tipe II.
Virus herpes pada anak ini dapat menyebar melalui air liur, kontak dari kulit ke kulit (misalnya saat ibu yang menderita herpes mencium anaknya).
Bisa juga dengan menyentuh suatu benda yang telah terjangkiti virus (berbagi peralatan makan atau lipstik dan kosmetik).
Infeksi primer oleh virus herpes simpleks tipe I biasanya dimulai pada usia anak-anak, kebanyakan anak-anak pertama kali terpajan HSV antara usia 1 dan 5 tahun.
Sedangkan infeksi VHS tipe II biasanya terjadi pada dekade II atau III.
“Penyakit herpes pada anak ini juga bisa menginfeksi bayi baru lahir. Hal tersebut terjadi akibat penularan dari ibu yang menderita HSV ke janin secara langsung saat masih dalam kandungan, ataupun saat proses persalinan,” jelas dr. Vinia Ardiani Permata, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, RS Pondok Indah – Pondok Indah.
Tempat kelainan yang terjadi pada infeksi VHS tipe I adalah di daerah pinggang ke atas, terutama di daerah mulut dan hidung, sedangkan pada infeksi VHS tipe II di daerah pinggang ke bawah, terutama daerah genital.
Moms dapat memberi Si Kecil obat parasetamol dalam dosis yang disarankan untuk membantu meringankan rasa sakit karena herpes pada anak.
Tak hanya itu, Moms juga harus mendorong anak untuk minum cairan, bahkan dalam jumlah kecil sekali waktu. Hal ini dilakukan untuk mencegah dehidrasi pada anak.
Tidak perlu khawatir Si Kecil tidak mau makan, tetapi penting bagi mereka untuk mendapatkan cukup cairan.
Tanda-tanda bahwa anak Moms sedang mengalami dehidrasi ringan meliputi:
Jika anak Moms terbiasa dengan botol, mungkin akan lebih mudah memberinya makan menggunakan cangkir dan sendok sampai infeksinya membaik.
Jika anak Moms menolak makanan, coba tawarkan makanan yang sangat lembut.
Sangat penting untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh lepuh herpes pada anak sehingga anak Moms lebih ingin minum.
Berikan obat pereda nyeri pada anak, seperti parasetamol atau ibuprofen. Rasa sakit biasanya hilang setelah tiga hingga empat hari.
Jika anak Moms menolak untuk minum dan menurut Moms dia mungkin mengalami dehidrasi, bawa mereka ke dokter umum atau ke bagian gawat darurat rumah sakit terdekat.
Tanda-tanda dehidrasi parah pada anak meliputi:
Jika infeksi herpes pada anak parah atau anak Moms berisiko mengalami infeksi yang parah, dokter mungkin menyarankan obat anti-virus seperti asiklovir.
Bagikan Artikel
Shop at MOOIMOM