07 Oct 2021
Dinda Ayu Saraswati
0-6 bulan
0-6 bulan
Bayi jarang menangis kerap membuat orang tua cemas dan bertanya-tanya, apakah ini pertanda bayi menderita suatu penyakit?
Menangis adalah cara bayi untuk berkomunikasi dengan Anda. Alasan bayi menangis biasanya untuk memberi tahu bahwa dia lapar, mengantuk, kedinginan atau kepanasan, popoknya basah, tidak nyaman, takut, atau bosan dan sekadar ingin digendong.
Sebagai orang tua, Moms pasti memiliki banyak kekhawatiran. Apalagi ketika bayi jarang menangis. Lantas, normalkah jika bayi jarang menangis dan cenderung pendiam? Kebanyakan bayi baru lahir lebih sering menangis hampir sepanjang hari. Tetapi beberapa bayi justru masuk kategori bayi jarang menangis dan lebih pendiam.
Bayi jarang menangis tak perlu dikhawatirkan sebab bayi juga memiliki sifat dan temperamen berbeda-beda. Walau demikian, pasti timbul kekhawatiran bukan? Lantas, apa saja yang bisa menyebabkan bayi jarang menangis dan pendiam? Yuk simak ulasannya di bawah ini Moms!
Menangis adalah cara bayi untuk berkomunikasi dengan orang sekitarnya, serta caranya berekspresi ketika ada sesuatu yang tidak nyaman.
Alasan bayi menangis biasanya untuk memberi tahu bahwa dia lapar, mengantuk, kedinginan atau kepanasan.
Menangis juga menjadi cara bayi untuk berkomunikasi ketika popoknya basah, merasa tidak nyaman, takut, atau bosan dan sekadar ingin digendong. Oleh karena itu, bayi menangis adalah hal yang normal. Namun bagaimana bila bayi jarang menangis, tenang, dan bahkan pendiam?
Berikut ini adalah penyebabnya, yuk disimak, Moms!
1. Kepribadian yang Dipengaruhi Faktor Genetik
Meskipun tidak banyak yang diketahui tentang bagaimana gen dapat memengaruhi kepribadian bayi. Dokter setuju bahwa faktor genetik dapat menyebabkan bayi memiliki kepribadian yang berbeda, termasuk dengan saudara kandungnya sendiri.
Maka dari itu, bayi jarang menangis bisa jadi karena kepribadiannya yang sudah terbentuk sedemikian rupa. Para peneliti saat ini sedang mempelajari bagaimana gen memengaruhi kepribadian bayi.
Tetapi mereka mengatakan bahwa lingkungan juga turut memainkan peran penting terhadap kepribadian bayi.
Ada pengaruh alamiah dan pengasuhan terhadap kepribadian bayi. Ada bayi pendiam dan tumbuh menjadi introvert dan beberapa lainnya menjadi ekstrovert. Bayi pendiam tidak selalu buruk dalam situasi sosial dan itu merupakan kondisi biologis serta genetik yang pasti.
2. Perubahan Kepribadian karena Perkembangan Sosial dan Emosional Bayi
Ketika seorang bayi jarang menangis dan lebih diam saat usia 2-14 bulan, mungkin pertanda bahwa dia membutuhkan perhatian khusus dan kontak pribadi lebih sering.
Terutama jika saudaranya cenderung aktif. Hal ini juga harus menjadi perhatian Moms, terutama bila sebelumnya ia merupakan bayi yang aktif dalam bergerak dan berbicara.
Dia membutuhkan Moms untuk menunjukkan bagaimana bersikap aktif dan terlibat dalam kegiatan di lingkungannya.
Jika tidak didampingi untuk membantu meningkatkan kepribadiannya, bayi jarang menangis dan pendiam dapat tumbuh menjadi anak yang pemalu dan introvert di masa depan.
3. Gejala Dini Sindrom Down dan Autis
Sindrom Down dapat menyebabkan bayi jarang menangis dan cenderung pendiam. Tetapi kondisi tersebut kemungkinan terlihat sejak lahir dan bukan perubahan yang muncul secara tiba-tiba dari perilaku bayi.
Hal yang sama juga berlaku pada bayi autis yang biasanya juga bayi jarang menangis dan menangis.
4. Kelesuan karena Sakit atau Terserang Infeksi
Bayi jarang menangis dan pendiam yang terjadi secara tiba-tiba juga dapat menjadi pertanda kelesuan.
Biasanya, disebabkan oleh infeksi serius seperti flu atau meningitis.
Jika bayi bayi jarang menangis dan pendiam, serta lebih banyak tidur dibandingkan biasanya.
Bahkan sulit bangun pada jadwal-jadwal menyusu, sangat disarankan untuk segera menghubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Gejala Hipotiroid
Kelenjar tiroid membantu berjalannya metabolisme tubuh. Maka ketika bayi memproduksi hormon tiroid yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, itu dapat memengaruhi aktivitas dan perilaku mereka.
Tanpa pengobatan, bayi yang mengidap hirotiroid dapat menjadi pasif dan pendiam. Tetapi ketika hormon yang dibutuhkan tubuh bayi diganti melalui terapi, mereka biasanya mulai memiliki lebih banyak energi dan menjadi lebih aktif.
Namun, tidak semua bayi jarang menangis dan pendiam mengidap hipotiroid
Kecuali jika sama sekali tidak menunjukkan gejala-gejala lainnya seperti kuning, tangisan yang terdengar parau, nafsu makan buruk, hernia umbilikalis, sembelit, dan pertumbuhan tulang yang lambat.
Bayi jarang menangis memang merupakan hal wajar terjadi, terutama ila dipengaruhi tempramen dan kepribadiannya.
Namun, Moms harus segera bawa ia ke dokter bila bayi jaran g menangis dan menunjukkan gejala yang harus diwaspadai, termasuk:
1. Bayi Kurang Aktif
Bila bayi jarang menangis, terlihat lemah, letih, lesu, sering mengantuk, dan bahkan tidur lebih lama dari biasanya. Terkadang bayi juga jadi malas bermain atau tidak merespons saat diajak berbicara dan bermain.
2. Tidak Nafsu Makan atau Malas Menyusu
Bayi biasanya menyusu setiap 2-4 jam. Jika bayi jarang menyusu, terus tertidur, dan tidak mau menyusu walau sudah tiba waktunya menyusu, atau jika bayi muntah cukup banyak setelah menyusu, bisa jadi ini pertanda ia sedang sakit.
3. Berat Badan Turun
Bayi biasanya mengalami penurunan berat badan sebanyak 10% dari berat lahir pada minggu pertama kehidupannya.
Tapi berat badan bayi akan kembali seperti semula dalam waktu 2 minggu.
Jika berat badan bayi terus menurun atau berat badannya tidak bertambah dan tidak sesuai dengan usianya, maka kondisi ini juga perlu diperhatikan.
Moms juga perlu waspada dan segera membawa Si Kecil ke dokter apabila bayi jarang menangis dan mengalami gejala lain berupa:
Berikan bantal yang nyaman untuk memberikan ketenangannya saat tidur dan memberikan waktu istirahat yang berkualitas. Moms bisa menberikan MOOIMOM Baby Pillow yang halus dan lembut sehingga bayi senantiasa nyenyak saat tidurnya.
Dapatkan di www.mooimom.id atau klik gambar di atas ya Moms!
Bagikan Artikel
Shop at MOOIMOM