24 Aug 2021
Anggraini Nurul F
0-6 bulan
0-6 bulan
Bagaimanakah napas bayi yang normal? Pernapasan normal pada bayi memiliki siklus di mana si Kecil bernapas semakin cepat dan dalam, kemudian menjadi lebih lambat dan dangkal. Ia juga dapat menghentikan napas selama lima detik atau lebih lama dan memulai kembali dengan napas yang lebih dalam. Ini merupakan hal yang normal dan akan berubah menjadi pola pernapasan yang lebih matang dengan sesekali desahan dalam beberapa bulan pertama kelahirannya.
Biasanya, bayi baru lahir membutuhkan frekuensi napas 30-60 kali per menit dan melambat hingga 20 kali per menit ketika tidur. Sementara, pada usia 6 bulan bayi bernapas sekitar 25-40 kali per menit. Berbeda dengan orang dewasa yang membutuhkan sekitar 12-20 kali napas per menit. Bayi dapat menarik napas dengan cepat dan berhenti hingga 10 detik setiap kali bernapas.
Dalam beberapa bulan, pola pernapasan yang tak teratur ini akan sembuh sendiri. Namun, beberapa masalah pernapasan, seperti takipnea juga bisa menjadi penyebabnya. Sedangkan, setelah usia 6 bulan sebagian besar masalah napas bayi normal mungkin terjadi karena alergi atau flu biasa.
Pernapasan bayi umumnya berbeda dengan orang dewasa karena si Kecil lebih banyak bernapas melalui hidung daripada mulut, jalur pernapasan jauh lebih kecil, dinding dada lebih lentur yang sebagian besar terbuat dari tulang rawan, pernapasan belum sepenuhnya berkembang, atau masih memiliki cairan ketuban dan mekonium di saluran udara.
Lantas, bagaimana tanda napas bayi yang normal? Umumnya bayi baru lahir akan mengeluarkan bunyi-bunyi pada saat bernapas yang membuat orangtua khawatir. Hal tersebut umumnya normal terjadi karena lendir dalam hidung bayi mudah terjebak sehingga menghambat aliran udara dan mengeluarkan bunyi saat bernapas.
Sejumlah suara yang normal terjadi pada bayi saat bernapas adalah di antaranya:
Tanda-tanda adanya gangguan pernapasan pada bayi yang berpotensi mengkhawatirkan yaitu meningkatnya laju pernapasan secara terus-menerus (lebih dari 60 napas per menit) dan bayi sangat berusaha untuk bernapas. Selain itu, tanda-tanda lain yang mungkin ditunjukkan oleh si Kecil di antaranya:
Bayi mengeluarkan suara mendengkur di akhir pernapasan. Hal ini dapat terjadi karena ia mencoba membuka saluran udara yang tersumbat. Selain mendengkur, ciri adanya masalah pada pernapasan bayi yang lain yakni terdengar bunyi seperti melengking dengan nada tinggi.
Bunyi napas melengking atau mengi ini akan tampak seperti sesak, lemas, batuk-batuk dan kesulitan bernapas. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh peradangan atau infeksi saluran napas. Jika tidak terdapat demam, bunyi napas mengi pada bayi mungkin dapat disebabkan oleh alergi.
Cuping hidung bayi mengembang saat bernapas yang menunjukkan jika ia berusaha untuk bernapas. Pada kondisi ini dapat menjadi indikasi adanya gangguan saluran napas seperti pneumonia, difteri, croup, maupun masuknya benda asing ke saluran napas..
Ketika bernapas, otot-otot di dada dan leher bayi terlihat masuk dan keluar jauh lebih dalam dari biasanya.
Sianosis adalah suatu kondisi di mana kulit bayi tampak kebiruan karena darah tak mendapat cukup oksigen dari paru-paru. Perhatikan mulut, tangan dan kaki bayi yang kebiruan sebagai penanda adanya gangguan pernapasan.
Masalah pernapasan pada bayi kerap disertai dengan penurunan nafsu makan sehingga mungkin saja si Kecil tidak mau menyusu dan rewel.
Bayi yang memiliki masalah pernapasan yang signifikan juga bisa mengalami penurunan energi sehingga membuatnya tampak lesu.
Sebagian besar masalah pernapasan akibat infeksi paru-paru juga menyebabkan demam. Oleh sebab itu, selalu periksa suhu tubuh bayi ketika Anda khawatir.
Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter anak apabila Anda khawatir mengenai pernapasan bayi Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan yang tepat untuk si Kecil. Moms bisa coba gunakan Sloped Pillow dengan desain miring yang membantu bayi bernapas lancar.
Bagikan Artikel
Shop at MOOIMOM