03 Jun 2022
Anggraini Nurul F
0-6 bulan
0-6 bulan
Apa itu BPA free? Bagi sebagian besar orangtua, istilah BPA free bukanlah hal yang asing. Dokter anak Moms pun mungkin sudah sering memperingatkan agar seluruh alat makan dan minum si kecil harus memiliki label yang satu ini. Sebenarnya apasih yang dimaksut dengan BPA Free ini? Mengapa tullisan ini harus selalu ada disetiap peralatan yang dimiliki si Kecil? Simak penjelasannya dibawah ini yuk Moms!
BPA free adalah label yang menandakan bahwa produk yang Moms gunakan bebas dari zat kimia bernama bisphenol-A. Zat ini banyak ditemukan pada produk plastik polikarbonat (misalnya pada botol minum dan botol susu bayi) dan resin epoksi, serta pada makanan kaleng agar wadah tersebut lebih tahan lama dan tidak bocor.
Peneltian menunjukkan BPA dapat meresap pada makanan atau minuman yang ada pada wadah tersebut. Ketika BPA masuk ke tubuh manusia, maka berbagai masalah kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang dapat terjadi, baik pada orang dewasa, anak-anak, bahkan janin.
BPA yang masuk ke dalam tubuh akan bertindak sebagai pengganggu hormon endokrin. Artinya, ia adapat merusak keseimbangan produksi, fungsi sekresi, transportasi, kerja, dan pembuangan hormon alami yang terdapat pada tubuh.
Cara kerja BPA mirip dengan estrogen sehingga zat ini bisa mengakibatkan beberapa masalah kesehatan seperti:
Penelitian mengungkap bahwa orang yang kerap menggunakan produk tanpa label BPA free mengalami kerusakan pada hormon endokrin pada hipotalamus dan kelenjar pituitari. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan mengakibatkan gangguan pubertas, ovulasi, hingga menyebabkan infertilitas.
Pada wanita, gangguan fungsi reproduksi ini bisa berupa keluarnya sel telur yang tidak matang. Sedangkan pada pria, BPA dapat mengakibatkan disfungsi ereksi, kelainan nafsu seksual, ejakulasi dini, maupun impotensi.
BPA yang mirip estrogen pada tubuh dapat membuat terjadinya mutasi DNA pada janin. Hal ini meningkatkan risiko bayi mengalami kelainan otak saat lahir.
Masuknya BPA dalam skala rendah ke dalam tubuh dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskuler. Penyakit yang dimaksud, di antaranya jantung koroner, serangan jantung, hipertensi, angina, dan penyakit arteri periferal.
Menggunakan alat makan tanpa label BPA free juga mungkin mengakibatkan resistensi insulin, yang kemudian dapat memicu diabetes tipe 2. Penelitian lain juga mengungkap BPA dapat menyebabkan kegemukan, meski klaim ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
Peneliti percaya bahwa peran BPA yang mirip estrogen ini dapat menyebabkan munculnya beberapa jenis kanker, seperti payudara, prostat, hingga kanker rahim. Penelitian lain juga mengungkap bahwa penggunaan alat-alat makan tanpa label BPA free juga akan mengganggu perawatan kanker berupa kemoterapi.
Saat si kecil mulai MPASI, Moms perlu menggunakan peralatan MPASI yang memiliki kualitas bagus. Moms bisa gunakan mangkok bayi dari MOOIMOM. Moms tidak perlu khawatir Si Kecil akan terkena tumpahan makanan saat ia makan sendiri karena karet di bagian bawah mangkuk menghisap kuat dan tidak akan membuat mangkuk makan bergeser kesana kemari.
Bagikan Artikel
Shop at MOOIMOM